Gunung Kelud di Jawa Timur bukan hanya sekadar gunung api yang menyimpan sejarah letusan dahsyat, tetapi juga merupakan gudang kekayaan alam bawah tanah yang luar biasa. Di balik aktivitas vulkaniknya, tersimpan panas bumi yang melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik ramah lingkungan. Menyadari besarnya potensi ini, muncul sebuah gagasan inovatif mengenai pengembangan Energi Hijau Kelud yang disuarakan oleh komunitas motor besar dalam setiap kegiatan ekspedisinya. Mereka ingin mengangkat kesadaran publik bahwa Indonesia memiliki harta karun energi yang belum tergarap maksimal untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Gagasan mengenai pemanfaatan Potensi Geothermal ini muncul saat para pengendara motor besar melakukan touring melewati kawasan lereng Kelud yang dipenuhi dengan sumber mata air panas dan uap alam. Bagi para rider, geothermal adalah masa depan energi yang harus diperjuangkan karena bersifat terbarukan dan memiliki emisi karbon yang sangat rendah. Melalui kampanye di media sosial dan diskusi dengan pakar energi saat singgah di berbagai kota, komunitas ini berusaha meluruskan stigma negatif masyarakat mengenai proyek panas bumi. Mereka menekankan bahwa jika dikelola dengan standar lingkungan yang ketat, panas bumi adalah solusi terbaik untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang polutif.
Peran HDCI dalam konteks ini adalah sebagai penyambung lidah antara potensi daerah dengan masyarakat luas. Mereka menggunakan hobi berkendara sebagai sarana untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah terpencil yang memiliki potensi energi terbarukan namun belum dikenal luas. Di setiap perhentian di wilayah Jawa Timur, para pengendara ini sering kali membagikan literasi ringan mengenai bagaimana uap dari perut bumi Kelud bisa diubah menjadi listrik yang menerangi rumah-rumah tanpa merusak hutan di sekitarnya. Ini adalah bentuk “advokasi jalanan” yang efektif karena dilakukan dengan cara yang santai namun tetap informatif dan inspiratif.
Kawasan di sekitar Gunung Kelud juga menjadi fokus dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur energi dan pelestarian alam. Para pengendara motor besar ini mendorong agar pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi tetap menjaga integritas hutan lindung di sekitarnya. Mereka percaya bahwa energi hijau harus sejalan dengan lingkungan yang hijau pula. Oleh karena itu, kegiatan touring mereka sering kali diselingi dengan penanaman pohon di daerah tangkapan air sekitar lokasi sumur geothermal. Langkah ini penting untuk memastikan siklus air tetap terjaga, sehingga cadangan uap di dalam bumi tetap berkelanjutan untuk digunakan selama berabad-abad ke depan.