Seringkali, fokus utama Perawatan Rutin pada motor gede seperti Harley-Davidson adalah pada oli mesin V-Twin. Namun, ada fluida kritis lain yang sering terabaikan, yaitu cairan rem dan kopling hidrolik. Cairan ini, meskipun volumenya kecil, memiliki peran fundamental dalam keselamatan dan performa berkendara. Perawatan Sistem Rem yang tepat tidak hanya melibatkan pemeriksaan pads (kampas), tetapi yang lebih penting, memastikan cairan rem (brake fluid) berada dalam kondisi optimal. Kegagalan dalam menjaga kualitas fluida ini dapat mengakibatkan kegagalan fungsi rem total (brake fade), sebuah skenario berbahaya yang membuktikan bahwa Perawatan Sistem Rem adalah prioritas keselamatan nomor satu.
Cairan rem, umumnya berjenis DOT 4 atau DOT 5.1 (pada model modern), bersifat higroskopis, yang berarti ia menyerap kelembapan dari udara seiring waktu. Penyerapan air ini menurunkan titik didih cairan rem secara drastis. Ketika rem digunakan secara intensif (misalnya saat turunan panjang atau pengereman mendadak), panas yang dihasilkan dapat menyebabkan air dalam cairan rem mendidih, menciptakan gelembung uap air. Gelembung ini bersifat kompresibel, mengakibatkan hilangnya tekanan pada tuas rem (spongy feel), yang dikenal sebagai vapor lock. Untuk mencegah hal ini, Harley-Davidson merekomendasikan penggantian cairan rem secara berkala, idealnya setiap dua tahun, terlepas dari jarak tempuh. Mekanik Resmi Harley-Davidson, Bapak Edi Susanto, pada tanggal 10 April 2025, menekankan pentingnya menggunakan alat uji titik didih cairan rem dalam setiap servis dua tahunan.
Selain rem, banyak motor Harley-Davidson modern (terutama seri Touring dan Softail bermesin Milwaukee-Eight) menggunakan kopling hidrolik yang juga mengandalkan cairan DOT yang sama. Fungsi cairan ini adalah mentransfer tekanan dari tuas kopling ke mekanisme pelepasan kopling. Sama seperti rem, cairan kopling dapat menyerap air dan kehilangan efektivitasnya, yang dapat menyebabkan kopling terasa berat atau sulit dioperasikan. Mengganti cairan kopling saat melakukan Perawatan Sistem Rem secara bersamaan adalah praktik standar untuk menjaga kinerja optimal kedua sistem tersebut.
Prosedur penggantian, atau bleeding, harus dilakukan oleh teknisi terlatih untuk memastikan tidak ada udara yang terperangkap dalam sistem. Udara yang terperangkap dapat menyebabkan tuas rem terasa lembut dan mengurangi daya pengereman. Setelah penggantian, level cairan rem dan kopling harus diperiksa secara visual di wadah reservoir yang biasanya terletak di dekat handlebar. Wadah ini memiliki garis min dan max yang wajib diikuti. Disiplin dalam penggantian cairan rem dan kopling adalah Kunci Mesin Awet dan bagian krusial dari Perawatan Sistem Rem yang memastikan motor berhenti dengan aman, sama pentingnya dengan cara motor itu melaju.