Target utama dari perjalanan ini adalah Mencari Jejak Jayabaya, sebuah daerah yang dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu atau Kadiri di masa lampau. Perjalanan yang dikonsepkan sebagai Touring Budaya ini bertujuan untuk mengajak para anggotanya melihat lebih dekat situs-situs arkeologi yang sering kali terlupakan oleh arus wisata arus utama. Dengan menggunakan motor besar sebagai sarana transportasi, para peserta dapat menjangkau lokasi-lokasi tersembunyi di kaki gunung yang menyimpan cerita tentang kemegahan masa lalu. Ini adalah cara unik untuk belajar sejarah sambil menikmati kebebasan berkendara di alam terbuka.
Nama besar Prabu Jayabaya menjadi magnet utama dalam perjalanan ini. Sosok raja yang dikenal dengan ramalan-ramalannya yang visioner ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari mitologi dan sejarah masyarakat Jawa. Para bikers mengunjungi kompleks peninggalan yang diyakini sebagai tempat moksanya sang raja. Di sana, mereka merenungkan filosofi tentang perubahan zaman dan pentingnya memiliki visi jangka panjang bagi sebuah bangsa. Pemahaman akan ajaran-ajaran Jayabaya memberikan inspirasi bagi komunitas motor untuk tidak hanya hidup untuk saat ini, tetapi juga memikirkan warisan apa yang akan mereka tinggalkan bagi generasi mendatang.
Salah satu titik pemberhentian paling sakral adalah kawasan Petirtaan kuno yang tersebar di wilayah tersebut. Situs pemandian suci ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol pembersihan diri dan keseimbangan antara manusia dengan elemen air. Para anggota komunitas motor besar berkesempatan untuk melihat keindahan arsitektur relief yang masih terjaga keasliannya. Melalui kunjungan ke Petirtaan ini, muncul kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian sumber daya air dan lingkungan hidup yang telah dijaga dengan sangat baik oleh nenek moyang kita di Kediri selama ratusan tahun.
Implementasi nilai dalam Touring Budaya ini juga diwujudkan melalui aksi bersih-bersih situs. Para pengendara motor besar turun tangan langsung untuk memastikan area di sekitar bangunan bersejarah bersih dari sampah plastik. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian mereka terhadap warisan Jayabaya bukan hanya sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang berdampak langsung pada kelestarian cagar budaya. Sinergi antara hobi otomotif dan pelestarian sejarah ini menciptakan citra positif bagi komunitas di mata masyarakat lokal yang sangat menghormati situs-situs suci tersebut.