Kediri terus bersolek menjadi kota yang modern dan ramah bagi warganya, dan komunitas motor besar di sini ingin mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi tersebut. Melalui Rencana HDCI Kediri, organisasi ini mengusulkan sebuah konsep pemanfaatan ruang publik yang lebih dinamis untuk memperkuat kohesi sosial antar warga. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong pemanfaatan lahan kosong menjadi area hijau yang fungsional, sehingga setiap sudut kota tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi berbagai kelompok komunitas untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyelenggarakan kegiatan positif yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif di tingkat lokal secara berkelanjutan.
Langkah strategis dalam upaya jadikan taman kota sebagai ruang bersama dimulai dengan kolaborasi dengan dinas kebersihan dan pertamanan setempat. HDCI Kediri berkomitmen untuk membantu pemeliharaan fasilitas umum di area taman agar tetap terjaga keasriannya. Taman kota dipandang bukan hanya sebagai paru-paru kota, melainkan sebagai panggung terbuka bagi berbagai kegiatan, mulai dari pameran otomotif, edukasi keselamatan berkendara, hingga pasar amal. Dengan adanya aktivitas yang terencana dan rutin, taman kota akan menjadi lebih hidup dan menjadi magnet bagi wisatawan domestik yang sedang melintasi wilayah Jawa Timur.
Visi mengenai pusat interaksi ini didasari pada keinginan komunitas untuk meruntuhkan stigma eksklusivitas yang sering melekat pada pemilik motor besar. Di taman kota, para anggota komunitas dapat berinteraksi langsung dengan warga dari berbagai latar belakang tanpa adanya batasan formal. Ruang terbuka hijau menjadi tempat yang netral untuk bertukar pikiran mengenai kemajuan kota. Komunitas berencana untuk menyediakan pojok baca atau area workshop mini yang bisa diikuti oleh remaja setempat untuk belajar mengenai teknologi mesin maupun etika berlalu lintas, sehingga interaksi yang terjadi memberikan nilai edukasi yang nyata bagi masyarakat.